1. Batik Sudagaran
Motif larangan dari golongan keraton merangsang seniman dari golongan
saudagar untuk membuat motif baru yang sesuai selera masyarakat
saudagar. Mereka juga mengganti motif larangan sehingga motif itu dapat
dipakai masyarakat umum. Corak batik Sudagaran umumnya terkesan berani
dalam penentuan karakter, stilisasi berdasarkan benda-benda alam atau
satwa, maupun campuran warna yang didominasi warna soga dan biru tua.
Batik Sudagaran menampilkan kualitas dalam metode pelaksanaan serta
kerumitan dalam menyajikan ragam hias yang baru. Pencipta batik
Sudagaran mengganti batik keraton dengan isen-isen yang rumit dan
mengisinya dengan bintik sehingga tercipta batik yang sangat indah.
2. Batik Kraton
Batik Kraton asal mula dari semua macam-macam batik yang meningkat di
Indonesia. Motifnya menyimpan arti filosofi hidup. Batik-batik ini
dibuat oleh para putri kraton dan juga pembatik-pembatik handal yang
tinggal di lingkungan kraton. Pada dasarnya motifnya terlarang untuk
digunakan untuk orang biasa sesuai motif Parang Barong, Parang Rusak
tergolong Udan Liris, dan sebagian motif lainnya.
3. Batik Petani
Batik yang dibuat selaku selingan kegiatan ibu rumah tangga di rumah
kala tidak berangkat ke sawah atau pada waktu senggang. Kebanyakan batik
ini kasar dan asing serta tidak halus. Motifnya turun temurun sesuai
tempat sendiri-sendiri dan batik ini dikerjakan dengan tidak profesional
sebab hanya sebagai sambilan. Untuk pencorakan pun diikutkan ke
saudagar.
4. Batik Belanda
Selasa, 27 Maret 2012
Senin, 26 Maret 2012
Asmaul Husna
MANFAAT & KEUTAMAAN ASMAUL HUSNA
Allah berfirman, “Dia
telah mengajari Adam seluruh nama” (Al –Baqarah [2]: 31) dan “Milik
Allahlah nama – nama yang indah, dan mohonlah kepada-Nya dengan
menyebut nama – nama tersebut” (Al – A`raaf [7]: 180)
Rasulullah bersabda,
“Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu; barang siapa memahaminya
akan masuk surga.” (Shahiih Bukhaari, Shahiih Muslim).
Tentunya dalam memahaminya tidak hanya dengan ucapan saja tetapi juga
dengan perbuatan dan tingkah laku kita.
Keutamaan dan manfaat
dari Nama – Nama Allah (Asmaul Husna) telah banyak dirasakan oleh banyak
orang. Oleh sebab itu saya mencoba merangkum dari beberapa buku yang
membahas keutamaan dan manfaat dari Asmaul Husna tersebut. Mudah –
mudahan bermanfaat bagi kita semua. Amiin….
Allaah
ALLAAH adalah al-ism al –
a`zham, nama teragung, yang mencakup semua sifat Allah yang indah
dan menjadi tanda Esensi dan sebab bagi segala esensi.
©
Barang siapa membaca ism ini secara rutin
setiap hari sebanyak 1000 kali, dengan ucapan Yaa Allaah ya huu,
niscaya Allah akan mengaruniakan kepada orang itu kesempurnaan
keyakinan, semua keraguan dan ketidakpastian akan hilang dihatinya.
©
Barang siapa membacanya pada hari Jumat sebelum sholat,
dalam keadaan suci dan bersih pakaiannya, serta bebas dari segala
kesibukan, maka Allah akan memudahkan segala permintaannya.
©
Jika orang yang sedang menderita suatu penyakit yang
sulit disembuhkan oleh dokter, lalu ia berdoa kepada Allah dengan ism
ini, niscaya ia akan sembuh dengan izin Allah, selama ajalnya belum
tiba.
1.
Ar – Rahmaan (Maha Pemurah)
©
Barang siapa membaca Ya Rahmaan sebanyak 100 kali
tiap selesai mengerjakan sholat fardhu, maka dengan izin Allah akan
hilanglah sifat lalai dan lupa dalam dirinya.
2.
Ar – Rahiim (Maha Penyayang)
©
Barang siapa takut terjerumus kepada perbuatan yang
tidak disukainya, maka hendaklah ia berdzikir dengan membaca Ya Rahmaan Ya Rahiim sebanyak 100 kali
setiap selesai mengerjakan sholat fardhu.
©
Barang siapa yang membaca Ya Rahiim sebanyak 100 kali
setelah mengerjakan sholat subuh, niscaya dia akan mendapatkan kasih
sayang dari semua makhluk dan terhindar dari semua bencana dan
malapetaka.
3.
Al – Malik (Maharaja)
©
Barang siapa membaca ism ini
dengan rutin tiap hari pada waktu matahari tergelincir sebanyak 100 kali
niscaya hatinya akan menjadi bersih, dan lenyaplah segala kekotorannya.
©
Barang siapa membacanya sesudah terbit fajar sebanyak
120 kali, maka Allah akan memberinya kekayaan dan karunia-Nya, baik
dengan sebab – sebab maupun dengan pintu yang dibukakan Allah SWT
atasnya.
©
Menurut Hadis, Nabi Khaidir a.s mengajarkan doa berikut
ini untuk dibacakan kepada orang sakit sebanyak 100 kali : “Allaahhumma
anta al – Malik al – Haqq
al-ladzii laa ilaaha illaa anta. Yaa Allaah, yaa Salaam, ya Syaafi’ ”
dan 3 kali : “yaa Syifaa’ al-quluub” (“Ya Allah, Engkau adalah
Raja yang sebenarnya, tidak ada Tuhan selain Engkau. Ya Allah, wahai
Sumber Kedamaian , wahai Yang Maha Penyembuh; wahai Penyembuh Hati!”).
Insya Allah orang itu akan sembuh.
4.
Al – Qudduus (Maha Suci)
©
Jika seseorang yang memiliki hati yang bersih membaca yaa
Qudduus sebanyak 100 kali setiap hari, hatinya akan terbebas dari
semua pikiran dan perhatian yang menimbulkan kesulitan, kekhawatiran,
dan penderitaan bagi diri kita sendiri.
©
Allah akan mengobati semua penyakit ruhani
kepada orang yang membaca Asma Allah ini sebanyak – banyaknya setiap
hari.
©
Barang siapa menuliskan: pada sekeping roti sesudah
selesai melaksanakan sholat Jumat kemudian dimakannya, maka Allah akan
membukakan baginya pintu ibadat dan akan menyelamatkannya dari bencana.
(Rasakanlah
penderitaan orang yang tersesat maupun orang yang malang, bukan dengan
cercaan, tetapi dengan perasaan iba dan pertolongan, dan berharaplah
kepada janji Allah bahwa kasih sayang-Nya jauh melebihi amarah-Nya)
5.
As – Salaam (Maha
Sejahtera, Yang Memberikan Kesejahteraan)
©
Ism ini berfungsi mengusir
bencana dan penyakit, sehingga jika dibacakan atas orang yang sedang
menderita sakit sebanyak 120 kali, dengan karunia Allah penyakitnya akan
sembuh selama ajalnya belum tiba.
©
Jika ism ini dibacakan sebanyak
136 kali dengan suara keras sekedar bisa didengar oleh si sakit, sambil
mengangkat tangan diatas kepala si sakit, Insya Allah orang yang sakit
itu akan sembuh dengan izin Allah SWT.
©
Barang siapa yang membaca ism ini terus
menerus, Allah akan melindunginya dari semua bencana dan bahaya.
(“Jangan
bersandar pada sebatang pohon yang akan menjadi kering dan tumbang.
Jangan bergantung pada manusia, karena mereka akan menjadi tua dan
mati.” Orang yang bergantung pada Allah, al-Salaam, Penyelamat, tidak
akan pernah panik. Kekuatan Allah akan menampakkan diri pada orang itu
sebagai sikap pemberani orang beriman. Inilah manifestasi al-Salaam)
6.
Al – Mu’min (Maha
Mengaruniakan Keamanan)
©
Barang siapa yang membaca Asma Allah ini sebanyak 630
kali pada saat mengalami ketakutan, Allah akan melindunginya dari semua
bencana, kecelakaan dan kerugian.
©
Jika seseorang menuliskan Asma Allah ini
di kertas atau dengan mengukirnya di cincin perak kemudian dipakai
sebagai ta’wiz, maka keselamatan jasmani dan ruhaninya berada dalam
tanggungan Allah SWT.
©
Jika seseorang berdzikir dengan Asma Allah
ini sebanyak 36 kali dan memohon perlindungan kepada-Nya ketika
menghadapi kekerasan atau bahaya, maka Insya Allah dia akan selamat.
7.
Al – Muhaymin (Maha
Memelihara, Yang Maha Melindungi)
©
Barang siapa membaca Asma Allah ini sebanyak 100
sesudah mandi dan sholat dua rakaat ditempat yang sunyi dengan
memusatkan perhatian kepada Allah SWT, niscaya Allah akan menyucikan
lahir dan batinnya.
©
Allah SWT juga akan memperlihatkan
kepadanya hal yang ghaib jika Asma Allah ini dibaca sebanyak 115 kali.
©
Barang siapa yang menuliskan Asma Allah ini pada
sehelai sutera, lalu memegangnya di atas asap dari pembakaran minyak
wangi, batu amber dan gula dan dibaca lebih dari 5.000 kali selama tujuh
hari, lalu ia meletakkannya dibawah bantal, maka Insya Allah dia akan
mendapatkan mimpi yang akan berpengaruh terhadap kehidupan material dan
spiritualnya dimasa yang akan datang.
8.
Al – ‘Aziiz (Maha
Perkasa)
©
Barang siapa yang berdzikir dengan Asma Allah ini
selama 40 hari, tiap harinya sebanyak 40 kali, niscaya Allah akan
menolongnya dan memuliakannya, sehingga ia tidak lagi membutuhkan
bantuan seorang makhluk pun.
9.
Al – Jabbaar (Yang Maha Berkuasa, Maha Memaksa)
©
Barang siapa dengan sungguh – sungguh
beriman kepada kekuatan Allah yang tak terkalahkan itu dan mengharapkan
kekuatan dapat membaca yaa Jabbaar sebanyak 21 kali di pagi dan
sore hari, Insya Allah dia akan terhindar dari ancaman orang – orang
yang zalim.
©
Barang siapa yang membaca Asma Allah ini
sebanyak 226 kali di setiap pagi dan sore hari, dia akan diselamatkan
dari kezaliman penguasa dan orang – orang yang kejam, baik didarat
maupun dilaut, di dalam perjalanan maupun di tempat kediaman.
©
Jika seseorang mengukir Asma Allah ini di cincin perak
dan memakai cincin tersebut, maka orang – orang akan merasa gentar
terhadapnya dan orang – orang akan merasakan kehebatannya, Insya Allah.
(Satu – satunya
tempat untuk menghilangkan keputus asaan kita, menentramkan hati dari
rasa gundah yang dengannya kita menemukan diri kita sendiri adalah Allah)
10.
Al – Mutakabbir (Maha
Megah, Yang Mempunyai Keagungan dan Kesombongan)
©
Jika seseorang membaca yaa Mutakabbir sebanyak
10 kali sebelum bersebadan dengan istrinya, niscaya mereka akan
mendapatkan anak yang sholeh.
©
Orang yang membaca Asma Allah ini secara istiqamah,
kepadanya akan dikaruniakan kemuliaan dan keagungan.
©
Jika dibaca sebelum mengerjakan tugas apa saja, maka
tugas itu akan selesai, Insya Allah.
(Dengan kasih
sayang-Nya, Dia menangguhkan hukuman-Nya yang keras agar engkau sadar
sendiri dan mengubah jalan hidupmu. Janganlah engkau merasa aman karena
keadaanmu, perbuatanmu, yang bersifat material maupun spiritual, yang
tak pelak lagi akan selalu menyebabkan kerendahan yang menakutkan atau
pahala yang ditinggikan)
11.
Al – Khaaliq (Maha
Pencipta)
©
Jika Asma Allah ini dibaca ditengah malam dan memahami
maknanya di dalam hatinya, niscaya Allah akan secara khusus akan
menciptakan untuknya seorang malaikat yang akan mendoakannya hingga
akhir zaman. Juga berguna untuk menerangi hati dan wajah.
©
Siapa yang membaca Asma Allah ini sebanyak
100 kali selama 7 hari, ia akan dilindungi dari semua malapetaka, Insya
Allah.
(“Aku adalah
Perbendaharaan Tersembunyi. Aku ingin dikenal, maka Kuciptakan makhluk.”)
12.
Al – Baari’ (Maha
Mengadakan, Yang Merencanakan Segala Sesuatu)
©
Jika Seorang wanita yang mandul berpuasa
selama 7 hari dan setiap hari setelah berbuka dengan air kemudian
membaca Yaa Baari’uu yaa Mushawwiru sebanyak 21 kali, Allah SWT
akan mengaruniakan kepadanya seorang anak lelaki, Insya Allah.
©
Barang siapa membaca Asma Allah ini selama
7 hari berturut – turut sebanyak 100 kali maka ia akan selamat dari
bencana.
13.
Al – Mushawwir (Maha
Pembentuk)
©
Jika seorang wanita yang tidak dapat
memiliki anak dan percaya bahwa hanya Allah – lah Yang Maha Pencipta,
kemudian dia berpuasa selama 7 hari dan setiap berbuka puasa membaca yaa
Khaaliq yaa Baarii’ yaa Mushawwir sebanyak 21 kali diatas segelas
air dan berbuka puasa dengan meminum air ini, Insya Allah dia akan
memiliki anak.
(Seperti halnya
Allah menggabungkan sel – sel pada tubuh manusia, Dia juga menempatkan
setiap orang bersama perbuatannya pada jalan keabadian. Yang menjadi
kawan kita hanyalah amal perbuatan kita.)
14.
Al – Ghaffaar (Maha
Pengampun)
©
Barang siapa yang membaca Asma Allah ini
sebanyak 100 kali setelah sholat Jumat, maka segala dosa – dosanya akan
diampuni pada minggu sebelumnya.
©
Ketika amarah menyala di dalam hati seseorang, kemudian
orang itu ingat dan membaca yaa Ghaffaar, maka amarah itu akan
reda.
©
Barang siapa yang membaca yaa Ghaffaar setiap
hari setelah sholat ‘Ashar, Allah SWT akan memasukkan orang yang
membacanya dalam golongan orang – orang yang diampuni oleh-Nya.
15.
Al – Qahhaar (Maha
Mengalahkan)
©
Jika seseorang yang memiliki niat ikhlas
di dalam hatinya untuk membebaskan diri dari kekuasaan hawa nafsu dan
dari hasrat duniawi itu mengingat dan membaca yaa Qahhaar
sesering mungkin, niscaya dia akan dapat mengendalikan hawa nafsunya.
©
Berkhasiat untuk menghilangkan rasa cinta
berlebihan kepada dunia dan pengagungan selain kepada Allah SWT di dalam
hati. Barang siapa membiasakan berdzikir dengan Asma Allah ini, maka ia
akan mendapatkan hal itu dan akan menang atas seterunya.
16.
Al – Wahhaab (Maha
Pemberi)
©
Orang yang ditimpa kemiskinan hendaknya
selalu membaca Asma Allah ini atau menuliskannya untuk dikenakan sebagai
ta’wiz. Atau membacanya sebanyak 40 kali dalam sujud terakhir dalam
sholat Dhuha. Insya Allah, ia akan terbebas dari kemiskinan melalui
jalan yang tidak disangka – sangka.
©
Jika seseorang mempunyai hajat, khusus
agar hajatnya terkabul, hendaknya melakukan sujud dihalaman rumah atau
masjid kemudian membaca Asma Allah ini 100 kali, Insya Allah hajatnya
akan terkabul.
©
Jika seseorang ingin meningkatkan
kehidupan material maupun spiritualnya, hendaklah ia sholat malam dua
rakaat selama tiga atau tujuh hari berturut – turut, dengan memanjatkan
tangan kepada Allah dan membaca yaa Wahhaab sebanyak 100 kali
sebelum dia memohonkan kebutuhannya, niscaya Allah akan mengabulkan
doanya.
(Orang yang
berdosa tak ubahnya seperti orang miskin yang jatuh ke dalam saluran
pembuangan air. Apakah yang pertama kali harus dilakukannya? Dalam
keadaan semacam itu, dia tidak dapat menghadapi orang lain, dan juga
tidak dapat berdiri sendiri. Kecuali jika dia gila, tidak menyadari
keadaan dirinya yang menjijikan, tentu dia akan segera mandi dan
membersihkan diri. Sabun dan air membersihkan batin adalah tobat.
Celakalah orang yang tidak melihat dan merasakan bau busuk di dalam
batinnya!)
17.
Ar – Razzaaq (Maha
Pemberi Rezeki)
©
Jika seseorang benar – benar percaya bahwa
rezeki kita berasal dari Allah dan bahwa rumah tangganya membutuhkan
rezeki tersebut, maka setiap selesai melaksanakan sholat subuh dia dapat
membaca yaa Razzaaq sebanyak 10 kali di keempat sudut
rumahnya, dimulai dari sudut kanan dan menghadap kiblat. Allah akan
menambahkan rezeki keluarganya.
©
Orang yang menuliskan Asma Allah ini dan
menggantungkannya ditempat mereka bekerja. Insya Allah akan bertambah
sukses.
©
Membaca yaa Razzaaq sebanyak 100
kali setelah sholat jumat akan membantu orang yang mengalami stres dan
depresi.
18.
Al – Fattaah (Maha Pembuka, Yang
Menghilangkan Kesulitan dan Pemberi Keputusan)
©
Barang siapa yang meletakkan tangan
kanannya didada setelah sholat subuh dan membaca Asma Allah ini sebanyak
70 kali, Insya Allah hatinya akan bersih dari khayalan, kejahatan,
egoisme, amarah dan kekotoran yang lainnya. Menerangi jiwanya dan
memudahkan urusannya.
(Orang yang
beriman bersyukur atas kehidupan yang telah mereka terima. Mereka
mewujudkan rasa syukur mereka ke dalam perbuatan dengan melayani makhluk
ciptaan Allah karena Allah, dengan selalu bekerja keras seolah – olah
mereka tidak akan pernah mati.)
19.
Al – ‘Aliim (Maha
Mengetahui)
©
Barang siapa membaca Asma Allah ini
sebanyak 100 kali secara rutin setiap selesai sholat fardhu, maka ia
akan memperoleh kemampuan untuk melihat hal – hal tertentu yang luput
dari perhatian orang dan memiliki iman yang kuat. Di samping itu,
hatinya akan dipenuhi dengan ma’rifatullahi (mengenal Allah).
©
Jika seseorang melazinkan membaca Asma
Allah ini sebanyak 150 kali setiap hati, niscaya pemikiran dan
pemahamannya akan bertambah.
(Dengan kasih sayang dan kemurahan-Nya,
Allah memberikan apa yang dipinta oleh hamba-Nya, tanpa memerhatikan
keimanan atau kekufuran. Jika engkau menginginkan dunia ini engkau akan
mendapatkannya. Jika engkau menginginkan kehidupan yang kekal di
akhirat, engkau akan mendapatkannya)
20.
Al – Qaabidh (Maha
Menyempitkan)
©
Yaa Qaabidh adalah dzikir malaikat
maut, Izrail. Barang siapa dizalimi disarankan membaca yaa Qaabidh
sebanyak 903 kali, maka si zalim maupun kezaliman itu akhirnya akan
hancur atau orang itu dilindungi dari keduanya.
©
Barang siapa menuliskan ism Al-Qaabidh pada
empat puluh keping roti selama 40 hari, maka ia tidak akan merasakan
sakitnya penyakit dan diselamatkan dari lapar, haus, luka dan
sebagainya.
21.
Al – Baasith (Maha
Melapangkan)
©
Yaa Baasith adalah dzikir malaikat
peniup sangkakala, Israfil. Barang siapa terbiasa membaca Asma Allah ini
niscaya ia akan beroleh kedamaian di dalam hatinya, terbebas dari
stress dan berbagai persoalan, penghasilannya bertambah, dicintai dan
dihargai dan dapat memberikan kebahagiaan kepada orang lain.
©
Jika seseorang berdzikir dengan Asma Allah ini seusai
mengerjakan sholat Dhuha sebanyak sepuluh kali, sambil mengangkat kedua
tangannya ke langit dan kemudian menyapukannya ke muka nya, niscaya
Allah akan membukakan baginya salah satu pintu kekayaan.
22.
Al – Khaafidh (Maha
Merendahkan, Yang Menghinakan Seseorang)
©
Barang siapa membaca yaa Khaafidh
sebanyak 500 kali, maka semua hajatnya akan dipenuhi Allah dan
menghilangkan semua kesulitannya, Insya Allah.
©
Orang yang berpuasa selama tiga hari dan
pada hari yang keempat membaca Asma Allah ini 70 kali ketika duduk
menyendiri, ia akan memperoleh kemenangan atas musuhnya, Insya Allah.
©
Barang siapa yang membaca Asma Allah ini
sebanyak 889 kali pada waktu yang tepat, niscaya dia tidak akan
dikalahkan oleh semua musuhnya.
©
Jika sebuah kelompok yang diancam oleh
musuh berpuasa selama tiga hari dan pada hari keempat mereka berkumpul
untuk membaca yaa Khaafidh sebanyak 7.000 kali yang dibagi
sesuai dengan jumlah mereka, maka Allah akan menjaga mereka serta
merendahkan musuh mereka.
(Orang yang direndahkan Allah hanya dapat
ditinggikan oleh-Nya. Allah adalah Maha Penyayang. Perlakuan seperti
itu akan membangunkan orang yang lalai dari tidur mereka. Dengan
demikian, melalui penderitaan, keadaan rendah di tangan al-Khaafidh,
menjadi karunia yang besar bagi orang yang sadar dan melihat tangan yang
meninggikan dan tangan yang merendahkan)
23.
Ar – Raafi` (Maha
Meninggikan Derajat Seseorang)
©
Jika orang yang berkeinginan untuk menjadi
tinggi di kalangan manusia, hanya untuk menolong dan membimbing mereka
ke jalan yang benar, membaca yaa Raafi’ 100 kali siang dan
malam, niscaya kedudukan yang tinggi dan kekuatan akan diperolehnya.
©
Barang siapa membaca Yaa Raafi’
sebanyak 70 kali, niscaya ia akan selamat dari gangguan orang – orang
yang aniaya.
©
Orang yang membaca Asma Allah ini 100 kali
di tengah malam pada tanggal ke -14 bulan Qamariyah, Allah SWT akan
mengaruniakan kecukupan kepadanya dan tidak berhajat kepada makhluk,
Insya Allah.
24.
Al – Mu`izzu (Maha
Memuliakan, Yang Memberikan Kemuliaan)
©
Jika seseorang yang merasa kaya tanpa
berharta, yang menjadi kuat tanpa senjata dan otot dan mampu
mengesampingkan egonya dalam usahanya untuk membantu orang lain, harus
berhadapan dengan musuh yang kuat dan teraniaya, maka dia dapat
membaca Yaa Mu’izzu sesudah sholat malam pada hari minggu dan
kamis. Dia akan terhindar dari rasa takut dan terlihat perkasa di mata
musuh – musuhnya.
©
Jika Asma Allah ini dibaca 40 kali setelah
sholat maghrib setiap Senin dan Jumat, Allah SWT akan mengaruniakan
kepada orang yang membacanya kemuliaan dan kehormatan, dan Allah akan
menanamkan rasa takut ke dalam hati seluruh makhluk kepadanya, Insya
Allah.
25.
Al – Mudzillu (Maha
Menghinakan)
©
Barang siapa membaca ism Yaa Mudzillu sebanyak
75 kali kemudian ia berdoa didalam sujudnya dan berkata, “Ya Allah,
lindungilah aku dari kejahatan si Fulan”, niscaya ia akan bebas dari
dalam penjaranya dan akan selamat dari gangguan orang – orang yang
dengki dan aniaya.
26.
Al – Samii’ (Maha
Mendengar)
©
Barang siapa membaca Yaa Samii’ pada hari
kamis sesudah sholat Dhuha sebanyak 50 kali atau 500 kali, maka ia akan
menjadi seorang yang makbul doanya.
©
Jika seseorang membaca Asma Allah ini
sebanyak 100 kali pada hari kamis antara sholat sunnah dan sholat fardhu
pada saat subuh, maka Allah SWT akan mengaruniakan rahmat istimewa
kepadanya, Insya Allah.
©
Jika seorang da’i atau penceramah di depan umum yang
beriman bahwa Allah mendengar apa yang diucapkannya, membiasakan membaca
Yaa Samii’ sesering mungkin, niscaya kata –katanya akan sangat
berpengaruh terhadap para pendengarnya.
(Allah berfirman dalam salah satu hadis
qudsi, “Tidaklah seorang hamba-Ku mendekati-Ku dengan terus menerus
bersikap taat kecuali Aku akan mencintai-Nya dan jika Aku mencintainya
maka Aku menjadi telinganya yang dengannya dia mendengar dan menjadi
lidahnya yang dengannya dia bicara dan menjadi tangannya yang dengannya
dia menggenggam.”)
27.
Al – Bashiir (Maha
Melihat, Yang Maha Melihat Segala Sesuatu)
©
Orang yang membaca Yaa Bashiir sebanyak 100
kali setelah sholat jumat secara istiqamah, Allah WT akan mengaruniakan
kepadanya penglihatan (mata) yang tajam dan cahaya dalam hatinya. Insya
Allah.
©
Jika suatu pekerjaan tidak diniatkan untuk
diri sendiri melainkan karena Allah, kemudian orang tersebut membaca yaa
Allaah yaa Bashiir sebanyak 100 kali sebelum sholat jumat, niscaya
Allah akan menggembirakan orang itu dengan kasih sayang-Nya dan
memberikannya keberhasilan dalam pekerjaan yang diniatkannya itu.
(Allah juga telah
memberikan kepada kita mata hati untuk melihat hal – hal yang lebih
dalam daripada yang dapat ditangkap oleh penglihatan mata biasa, mata
batin untuk melihat batin manusia. Mata itu disebut bashiirah. Meskipun kita
tidak dapat melihat Allah, karena hanya Dia yang dapat melihat diri-Nya,
tetapi dengan bashiirah
kita dapat melihat diri kita sendiri.)
28.
Al – Hakam (Maha Menetapkan Segala
Hukum)
©
Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah
ini sebanyak 99 kali pada akhir malam dalam keadaan wudhu dan
mengkonsenterasikan pikiran maka Allah akan menjadikan batinnya sebagai
tempat rahasia – rahasia ketuhanan dan hatinya akan dipenuhi dengan
cahaya.
(Tak perlu
khawatir atas apa yang akan terjadi dan ada alasan untuk menyesali apa
yang telah terjadi, sebab penyesalan tak akan mengubah apa – apa.
Terimalah dan kepadamu akan diberikan keridhoan dan kedamaian. Alih –
alih mempersoalkan keputusan Allah, jadilah hakim sejati bagi dirimu
sendiri. Janganlah kau aniaya dirimu sendiri dan jangan pula membebaskan
atau memanjakan dirimu sendiri. Nilailah orang lain seperti halnya
engkau menilai dirimu sendiri)
29.
Al – ‘Adl (Mah Adil)
©
Barang siapa menulis (dengan za’faran atau
dengan isyarat jari) Asma Allah ini di atas 20 potong roti pada malam
atau siang hari jumat, kemudian memakannya, maka Allah SWT akan
menjadikan seluruh makhluk tunduk kepadanya, Insya Allah.
30.
Al – Lathiif (Maha
Halus, Maha Lembut, Maha Mengasihi)
©
Barang siapa yang membaca Asma Allah ini sebanyak 133
kali setiap hari, Allah SWT akan mengaruniakan kepadanya rezeki yang
berlimpah.
©
Siapa saja yang ditimpa kesulitan
hendaknya berwudhu dengan benar kemudian mengerjakan sholat sunat dua
rakaat, kemudian sambil meniatkan maksudnya dan membaca Asma Allah ini
100 kali, maka Allah SWT akan memberikan jalan keluar dari kesulitannya
itu, Insya Allah.
©
Membaca Yaa Lathiif sebanyak 129 kali akan
menolong orang yang mengalami depresi dan stres.
©
Jika Seseorang biasa membaca Allaah
Lathiifun bi ‘ibaadih yarzuq man yasyaa’ wa huwa al-Qawiiyy al-‘Aziiz
(Allah Maha Lembut kepada hamba – hamba-Nya, Dia memberi rezeki kepada
siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa)
sebanyak 9 kali setiap, maka Insya Allah dia akan mendapatkan hari yang
lebih mudah dan lebih bahagia.
(Sering kali
orang harus mengenal lawan kata dari sesuatu untuk memahaminya. Orang
yang tidak pernah merasakan kesedihan, tidak akan mengenal kebahagiaan.
Jika tidak ada yang buruk, kita tidak akan mengenal keindahan. Baik dan
buruk sama pentingnya. Allah menunjukkan yang satu dengan yang lain,
yang benar dengan yang salah, dan menunjukkan kepada kita akibat dari
masing – masingnya.)
31.
Al – Khabiir (Maha
Mengetahui)
©
Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah ini selama 7
hari maka akan datang kepadanya ruhaniah (sebangsa malaikat) yang akan
memberitahukan kepadanya berita – berita tentang kejadian yang
berlansung pada tahun itu, atau berita tentang raja – raja atau berita
tentang hati dan lain – lain.
©
Barang siapa berada di dalam kekuasaan orang yang
selalu menganiayanya, maka ia harus memperbanyak berdzikir dengan Asma
Allah ini.
©
Barang siapa yang hawa nafsunya tidak pernah terpuaskan
hendaknya selalu membaca Asma Allah ini, Insya Allah ia akan segera
terbebas dari hawa nafsu yang tak terpuaskan itu.
©
Jika seseorang yang menderita perangai
buruk dan sungguh – sungguh merasa malu serta ingin menghilangkannya,
maka sangat berfaedah baginya untuk membaca yaa Khabiir
sesering mungkin.
©
Jika seorang beriman merasa cemas terhadap
akibat dari suatu perbuatan, maka kepadanya akan diperlihatkan akibat
dari perbuatannya itu di dalam mimpinya jika dia membaca ayat “alaa
ya’lam man khalaqa wa Huwa al-Lathiif al-Khabiir” (Apakah Allah
yang menciptakan itu tidak mengetahui [yang kamu lahirkan dan
rahasiakan]? Dan Dia Maha Halus lagi Maha mengetahui) [Al-Mulk : 14]
sebanyak beberapa kali hingga dia tertidur di malam hari.
32.
Al – Haliim (Maha Penyantun)
©
Jika Asma Allah ini ditulis di kertas
kemudian dituangkan air, lalu air tersebut dipercikkan atau diusapkan
pada alat tukangnya, maka akan dapat menambah keberkahannya,
jika disapukan pada sebuah kapal, maka kapal tersebut akan terhindar
dari bahaya tenggelam dan dari segala marabahaya.
©
Jika seseorang yang pemarah membaca yaa
Haliim sebanyak
88 kali pada saat amarahnya nyaris memuncak, niscaya marahnya akan reda.
©
Jika cinta salah seorang dari pasangan
suami istri memudar, maka dengan menuliskan Asma Allah ini pada sebuah
apel dan memakannya akan membantu mengembalikan rasa cinta itu.
©
Jika Asma Allah ini dituliskan pada
secarik kertas, lalu dilarutkan kedalam air dan air itu disiramkkan ke
atas lahan atau kebun, maka Insya Allah tanahnya akan menghasilkan panen
yang lebih baik.
(Allah mencintai
hati yang suci dan bersih, laksana cermin bersih memantulkan sifat –
sifat-Nya yang indah. Allah mencintai sikap lemah lembut manusia haliim yang tidak mau
mengutuk dan membalas, tetapi lebih suka menunggu dan berharap agar
musuh – musuhnya berubah dan menjadi haliim dengan sendirinya.)
33.
Al - ‘Azhiim (Maha
Agung)
©
Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah
ini sebanyak 12 kali, niscaya ia akan selamat dari segala sesuatu.
©
Orang yang sering berdzikir dengan Asma
Allah ini, maka Allah SWT akan mengaruniakan kemuliaan dan kehormatan
padanya, Insya Allah.
©
Menurut sebuah hadist Nabi Muhammad SAW, jika engkau
membaca “subhaana
Allaah wa bi hamdih subhaana Allaah al-‘azhiim
astaghfirullah sebanyak 100 kali antara menyingsingnya fajar dan
terbitnya matahari, tentu hal itu akan membantumu menjauhkan diri dari
mengejar – ngejar keberhasilan duniawi, sebab keberhasilan duniawi yang
akan mengejar dirimu.
©
Jika engkau takut terhadap kejahatan musuh
yang kuat dan kau baca yaa ‘Azhiim dzaa tsanaa al-fakhr wa al-‘izz
wa al-majd wa al-kibriyaa’ falaa yadzillu ‘izzuh (“Wahai Yang Maha
Besar yang memiliki pujian Kebanggaan dan Kekuatan, Kemuliaan dan
Keagungan; yang kebesaran-Nya tidak direndahkan”) sebanyak 12 kali dan
setiap satu kali engkau meniup dirimu sendiri, tentu engkau akan tahan
terhadap kejahatan yang akan dilakukan musuhmu terhadap dirimu.
(“Orang yang
belajar, mengajarkan apa yang diketahuinya, dan mengamalkan ilmunya
disebut ‘Abd al-‘Azhiim di surga.” [Hadist Nabi Muhammad SAW].
‘Abd al-‘Azhiim
adalah orang yang kepadanya Allah memperlihatkan kebesaran-Nya yang
sempurna. Dan dari kekuatan yang berasal dari kebenaran, dia melihat
azab bagi para penentang kebenaran dan pahala bagi pembela kebenaran.
Kehebatan dan kekuatannya berada di atas orang lain karena kebesaran
batinnya dicerminkan oleh penampilan lahirnya)
34.
Al – Ghafuur (Maha
Pengampun, Maha Mengampuni)
©
Jika Seseorang merasa berdosa dan oleh karenanya merasa
berat di dalam hatinya, dengan membaca yaa Ghafuur sebanyak
100 kali setelah sholat jumat, penderitaannya akan hilang dan jika Allah
menghendaki, Dia akan mengampuni dosa itu.
Kamis, 15 Maret 2012
Syekh Abdul Qadir Jaelani
Syekh Abdul Qadir Jaelani
Syekh Abdul Qodir al
Jaelani (bernama lengkap Muhyi al Din Abu Muhammad Abdul Qodir ibn Abi
Shalih Zango Dost al Jaelani). Lahir di Jailan atau Kailan tahun 470
H/1077 M sehingga di akhir nama beliau ditambahkan kata al Jailani atau
al Kailani atau juga al Jiliydan. Biografi beliau dimuat dalam Kitab Adz
Dzail ‘Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu
Rajab al Hambali. Ia wafat pada hari Sabtu malam, setelah magrib, pada
tanggal 9 Rabiul akhir di daerah Babul Azajwafat di Baghdad pada 561
H/1166 M.
Masa Muda
Dalam usia 8 tahun ia
sudah meninggalkan Jilan menuju Baghdad pada tahun 488 H/1095 M. Karena
tidak diterima belajar di Madrasah Nizhamiyah Baghdad, yang waktu itu
dipimpin Ahmad al Ghazali, yang menggantikan saudaranya Abu Hamid al
Ghazali. Di Baghdad beliau belajar kepada beberapa orang ulama seperti
Ibnu Aqil, Abul Khatthat, Abul Husein al Farra’ dan juga Abu Sa’ad al
Muharrimi. Belaiu menimba ilmu pada ulama-ulama tersebut hingga mampu
menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga perbedaan-perbedaan pendapat para
ulama. Dengan kemampuan itu, Abu Sa’ad al Mukharrimi yang membangun
sekolah kecil-kecilan di daerah Babul Azaj menyerahkan pengelolaan
sekolah itu sepenuhnya kepada Syeikh Abdul Qadir al Jailani. Ia
mengelola sekolah ini dengan sungguh-sungguh. Bermukim di sana sambil
memberikan nasehat kepada orang-orang di sekitar sekolah tersebut.
Banyak orang yang bertaubat setelah mendengar nasehat beliau. Banyak
pula orang yang bersimpati kepada beliau, lalu datang menimba ilmu di
sekolah beliau hingga sekolah itu tidak mampu menampung lagi.
Murid-Murid
Murid-murid beliau banyak yang menjadi ulama terkenal, seperti al
Hafidz Abdul Ghani yang menyusun kitab Umdatul Ahkam Fi Kalami Khairil
Anam, Syeikh Qudamah, penyusun kitab fiqh terkenal al Mughni.
Perkataan Ulama tentang Beliau
Syeikh Ibnu Qudamah sempat tinggal bersama beliau selama satu bulan
sembilan hari. Kesempatan ini digunakan untuk belajar kepada Syeikh
Abdul Qadir al Jailani sampai beliau meninggal dunia. (Siyar A’lamin
Nubala XX/442).
Syeikh Ibnu Qudamah rahimahullah ketika ditanya tentang Syeikh Abdul
Qadir menjawab, ”Kami sempat berjumpa dengan beliau di akhir masa
kehidupannya. Ia menempatkan kami di sekolahnya. Ia sangat perhatian
terhadap kami. Kadang beliau mengutus putra beliau yang bernama Yahya
untuk menyalakan lampu buat kami. Ia senantiasa menjadi imam dalam
shalat fardhu.”
Beliau adalah seorang yang berilmu, beraqidah Ahlu Sunnah, dan
mengikuti jalan Salaf al Shalih. Belaiau dikenal pula banyak memiliki
karamah. Tetapi, banyak (pula) orang yang membuat-buat kedustaan atas
nama beliau. Kedustaan itu baik berupa kisah-kisah, perkataan-perkataan,
ajaran-ajaran, tariqah (tarekat/jalan) yang berbeda dengan jalan
Rasulullah, para sahabatnya, dan lainnya. Di antaranya dapat diketahui
dari pendapat Imam Ibnu Rajab.
Dalam usia 8 tahun ia
sudah meninggalkan Jilan menuju Baghdad pada tahun 488 H/1095 M. Karena
tidak diterima belajar di Madrasah Nizhamiyah Baghdad, yang waktu itu
dipimpin Ahmad al Ghazali, yang menggantikan saudaranya Abu Hamid al
Ghazali. Di Baghdad beliau belajar kepada beberapa orang ulama seperti
Ibnu Aqil, Abul Khatthat, Abul Husein al Farra’ dan juga Abu Sa’ad al
Muharrimi. Belaiu menimba ilmu pada ulama-ulama tersebut hingga mampu
menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga perbedaan-perbedaan pendapat para
ulama. Dengan kemampuan itu, Abu Sa’ad al Mukharrimi yang membangun
sekolah kecil-kecilan di daerah Babul Azaj menyerahkan pengelolaan
sekolah itu sepenuhnya kepada Syeikh Abdul Qadir al Jailani. Ia
mengelola sekolah ini dengan sungguh-sungguh. Bermukim di sana sambil
memberikan nasehat kepada orang-orang di sekitar sekolah tersebut.
Banyak orang yang bertaubat setelah mendengar nasehat beliau. Banyak
pula orang yang bersimpati kepada beliau, lalu datang menimba ilmu di
sekolah beliau hingga sekolah itu tidak mampu menampung lagi.
Tentang Karamahnya
“Cukuplah seorang itu berdusta, jika dia menceritakan yang dia
dengar”, demikian kata Imam Ibnu Rajab. “Aku telah melihat sebagian
kitab ini, tetapi hatiku tidak tentram untuk berpegang dengannya,
sehingga aku tidak meriwayatkan apa yang ada di dalamnya. Kecuali
kisah-kisah yang telah masyhur dan terkenal dari selain kitab ini.
Karena kitab ini banyak berisi riwayat dari orang-orang yang tidak
dikenal. Juga terdapat perkara-perkara yang jauh dari agama dan akal,
kesesatan-kesesatan, dakwaan-dakwaan dan perkataan yang batil tidak
berbatas, seperti kisah Syeikh Abdul Qadir menghidupkan ayam yang telah
mati, dan sebagainya. Semua itu tidak pantas dinisbatkan kepada Syeikh
Abdul Qadir al Jailani rahimahullah.”
Kemudian didapatkan pula bahwa al Kamal Ja’far al Adfwi (nama
lengkapnya Ja’far bin Tsa’lab bin Ja’far bin Ali bin Muthahhar bin
Naufal al Adfawi), seorang ulama bermadzhab Syafi’i. Ia dilahirkan pada
pertengahan bulan Sya’ban tahun 685 H dan wafat tahun 748 H di Kairo.
Biografi beliau dimuat oleh al Hafidz di dalam kitab Ad Durarul Kaminah,
biografi nomor 1452. al Kamal menyebutkan bahwa asy Syathnufi sendiri
tertuduh berdusta atas kisah-kisah yang diriwayatkannya dalam kitab
ini.(Dinukil dari kitab At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal.
509, karya Syeikh Abdul Qadir bin Habibullah as Sindi, Penerbit Darul
Manar, Cet. II, 8 Dzulqa’dah 1415 H / 8 April 1995 M.).
Karya
Imam Ibnu Rajab juga berkata, “Syeikh Abdul Qadir al Jailani
Rahimahullah memiliki pemahaman yang bagus dalam masalah tauhid,
sifat-sifat Allah, takdir, dan ilmu-ilmu ma’rifat yang sesuai dengan
sunnah.”
Karya karyanya [1] :
1. Tafsir Al Jilani
2. al Ghunyah Li Thalibi Thariqil Haq,
3. Futuhul Ghaib.
4. Al-Fath ar-Rabbani
5. Jala’ al-Khawathir
6. Sirr al-Asrar
7. Asror Al Asror
8. Malfuzhat
9. Khamsata “Asyara Maktuban
10. Ar Rasael
11. Ad Diwaan
12. Sholawat wal Aurod
13. Yawaqitul Hikam
14. Jalaa al khotir
15. Amrul muhkam
16. Usul as Sabaa
17. Mukhtasar ulumuddin
Murid-muridnya mengumpulkan ihwal yang berkaitan dengan nasihat dari majelis-majelis beliau. Dalam masalah-masalah sifat, takdir dan lainnya, ia berpegang dengan sunnah. Ia membantah dengan keras terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah.
Beberapa Ajaran Beliau
Sam’ani berkata, ” Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah penduduk kota
Jailan. Ia seorang Imam bermadzhab Hambali. Menjadi guru besar madzhab
ini pada masa hidup beliau.” Imam Adz Dzahabi menyebutkan biografi
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam Siyar A’lamin Nubala, dan menukilkan
perkataan Syeikh sebagai berikut,”Lebih dari lima ratus orang masuk
Islam lewat tanganku, dan lebih dari seratus ribu orang telah
bertaubat.”
Imam Adz Dzahabi menukilkan perkataan-perkataan dan
perbuatan-perbuatan Syeikh Abdul Qadir yang aneh-aneh sehingga
memberikan kesan seakan-akan beliau mengetahui hal-hal yang ghaib.
Kemudian mengakhiri perkataan, ”Intinya Syeikh Abdul Qadir memiliki
kedudukan yang agung. Tetapi terdapat kritikan-kritikan terhadap
sebagian perkataannya dan Allah menjanjikan (ampunan atas
kesalahan-kesalahan orang beriman ). Namun sebagian perkataannya
merupakan kedustaan atas nama beliau.”( Siyar XX/451 ). Imam Adz Dzahabi
juga berkata, ” Tidak ada seorangpun para kibar masyasyeikh yang
riwayat hidup dan karamahnya lebih banyak kisah hikayat, selain Syeikh
Abdul Qadir Al Jailani, dan banyak diantara riwayat-riwayat itu yang
tidak benar bahkan ada yang mustahil terjadi“.
Syeikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali berkata dalam kitabnya, Al Haddul
Fashil,hal.136, ” Aku telah mendapatkan aqidah beliau ( Syeikh Abdul
Qadir Al Jaelani ) didalam kitabnya yang bernama Al Ghunyah. (Lihat
kitab Al-Ghunyah I/83-94) Maka aku mengetahui bahwa dia sebagai seorang
Salafi. Ia menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dan aqidah-aqidah
lainnya di atas manhaj Salaf. Ia juga membantah kelompok-kelompok
Syi’ah, Rafidhah, Jahmiyyah, Jabariyyah, Salimiyah, dan kelompok lainnya
dengan manhaj Salaf.” (At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal.
509, karya Syeikh Abdul Qadir bin Habibullah As Sindi, Penerbit Darul
Manar, Cet. II, 8 Dzulqa’dah 1415 H / 8 April 1995 M.)
Inilah tentang beliau secara ringkas. Seorang ‘alim Salafi, Sunni,
tetapi banyak orang yang menyanjung dan membuat kedustaan atas nama
beliau. Sedangkan beliau berlepas diri dari semua kebohongan itu.
Wallahu a’lam bishshawwab.
Awal Kemasyhuran
Al-Jaba’i berkata bahwa Syaikh Abdul Qadir al-Jaelani pernah berkata
kepadanya, “Tidur dan bangunku sudah diatur. Pada suatu saat dalam
dadaku timbul keinginan yang kuat untuk berbicara. Begitu kuatnya sampai
aku merasa tercekik jika tidak berbicara. Dan ketika berbicara, aku
tidak dapat menghentikannya. Pada saat itu ada dua atau tiga orang yang
mendengarkan perkataanku. Kemudian mereka mengabarkan apa yang aku
ucapkan kepada orang-orang, dan merekapun berduyun-duyun mendatangiku di
masjid Bab Al-Halbah. Karena tidak memungkinkan lagi, aku dipindahkan
ke tengah kota dan dikelilingi dengan lampu. Orang-orang tetap datang di
malam hari dengan membawa lilin dan obor hingga memenuhi tempat
tersebut. Kemudian, aku dibawa ke luar kota dan ditempatkan di sebuah
mushalla. Namun, orang-orang tetap datang kepadaku, dengan mengendarai
kuda, unta bahkan keledai dan menempati tempat di sekelilingku. Saat itu
hadir sekitar 70 orang para wali radhiallahu ‘anhum]].
Kemudian, Syaikh Abdul Qadir melanjutkan, “Aku melihat Rasulullah SAW
sebelum dzuhur, beliau berkata kepadaku, “anakku, mengapa engkau tidak
berbicara?”. Aku menjawab, “Ayahku, bagaimana aku yang non arab ini
berbicara di depan orang-orang fasih dari Baghdad?”. Ia berkata, “buka
mulutmu”. Lalu, beliau meniup 7 kali ke dalam mulutku kemudian berkata,
”bicaralah dan ajak mereka ke jalan Allah dengan hikmah dan peringatan
yang baik”. Setelah itu, aku shalat dzuhur dan duduk serta mendapati
jumlah yang sangat luar biasa banyaknya sehingga membuatku gemetar.
Kemudian aku melihat Ali r.a. datang dan berkata, “buka mulutmu”. Ia
lalu meniup 6 kali ke dalam mulutku dan ketika aku bertanya kepadanya
mengapa beliau tidak meniup 7 kali seperti yang dilakukan Rasulullah
SAW, beliau menjawab bahwa beliau melakukan itu karena rasa hormat
beliau kepada RasuluLlah SAW. Kemudian, aku berkata, “Pikiran, sang
penyelam yang mencari mutiara ma’rifah dengan menyelami laut hati,
mencampakkannya ke pantai dada , dilelang oleh lidah sang calo, kemudian
dibeli dengan permata ketaatan dalam rumah yang diizinkan Allah untuk
diangkat”. Ia kemudian menyitir, “Dan untuk wanita seperti Laila,
seorang pria dapat membunuh dirinya dan menjadikan maut dan siksaan
sebagai sesuatu yang manis.”
Dalam beberapa manuskrip didapatkan bahwa Syaikh Abdul Qadir al
Jaelani berkata, ”Sebuah suara berkata kepadaku saat aku berada di
pengasingan diri, “kembali ke Baghdad dan ceramahilah orang-orang”. Aku
pun ke Baghdad dan menemukan para penduduknya dalam kondisi yang tidak
aku sukai dan karena itulah aku tidak jadi mengikuti mereka”.
“Sesungguhnya” kata suara tersebut, “Mereka akan mendapatkan manfaat
dari keberadaan dirimu”. “Apa hubungan mereka dengan keselamatan
agamaku/keyakinanku” tanyaku. “Kembali (ke Baghdad) dan engkau akan
mendapatkan keselamatan agamamu” jawab suara itu.
Aku pun menbuat 70 perjanjian dengan Allah. Di antaranya adalah tidak
ada seorang pun yang menentangku dan tidak ada seorang muridku yang
meninggal kecuali dalam keadaan bertaubat. Setelah itu, aku kembali ke
Baghdad dan mulai berceramah.
Beberapa Kejadian Penting
Suatu ketika, saat aku berceramah aku melihat sebuah cahaya terang
benderang mendatangi aku. “Apa ini dan ada apa?” tanyaku. “Rasulullah
SAW akan datang menemuimu untuk memberikan selamat” jawab sebuah suara.
Sinar tersebut semakin membesar dan aku mulai masuk dalam kondisi
spiritual yang membuatku setengah sadar. Lalu, aku melihat RasuLullah
SAW di depan mimbar, mengambang di udara dan memanggilku, “Wahai Abdul
Qadir”. Begitu gembiranya aku dengan kedatangan Rasulullah SAW, aku
melangkah naik ke udara menghampirinya. Ia meniup ke dalam mulutku 7
kali. Kemudian Ali datang dan meniup ke dalam mulutku 3 kali. “Mengapa
engkau tidak melakukan seperti yang dilakukan Rasulullah SAW?” tanyaku
kepadanya. “Sebagai rasa hormatku kepada Rasulullah SAW” jawab beliau.
Rasulullah SAW kemudian memakaikan jubah kehormatan kepadaku. “apa
ini?” tanyaku. “Ini” jawab Rasulullah, “adalah jubah kewalianmu dan
dikhususkan kepada orang-orang yang mendapat derajad Qutb dalam jenjang
kewalian”. Setelah itu, aku pun tercerahkan dan mulai berceramah.
Saat Khidir as. Datang hendak mengujiku dengan ujian yang diberikan
kepada para wali sebelumku, Allah membukakan rahasianya dan apa yang
akan dikatakannya kepadaku. Aku berkata kepadanya, ”Wahai Khidir,
apabila engkau berkata kepadaku, “Engkau tidak akan sabar kepadaku”, aku
akan berkata kepadamu, “Engkau tidak akan sabar kepadaku”. “Wahai
Khidir, Engkau termasuk golongan Israel sedangkan aku termasuk golongan
Muhammad, inilah aku dan engkau. Aku dan engkau seperti sebuah bola dan
lapangan, yang ini Muhammad dan yang ini ar Rahman, ini kuda berpelana,
busur terentang dan pedang terhunus.”
Al-Khattab pelayan Syaikh Abdul QAdir meriwayatkan bahwa suatu hari
ketika beliau sedang berceramah tiba-tiba beliau berjalan naik ke udara
dan berkata, “Hai orang Israel, dengarkan apa yang dikatakan oleh kaum
Muhammad” lalu kembali ke tempatnya. Saat ditanya mengenai hal tersebut
beliau menjawab, ”Tadi Abu Abbas al Khidir as lewat dan aku pun
berbicara kepadanya seperti yang kalian dengar tadi dan ia berhenti”.
Hubungan Guru dan Murid
Guru dan teladan kita Syaikh Abdul Qadir al Jilli berkata, ”Seorang
Syaikh tidak dapat dikatakan mencapai puncak spiritual kecuali apabila
12 karakter berikut ini telah mendarah daging dalam dirinya.
1. Dua karakter dari Allah yaitu dia menjadi seorang yang sattar
(menutup aib) dan ghaffar (pemaaf).
2. Dua karakter dari Rasulullah SAW yaitu penyayang dan lembut.
3. Dua karakter dari Abu Bakar yaitu jujur dan dapat dipercaya.
4. Dua karakter dari Umar yaitu amar ma’ruf nahi munkar.
5. Dua karakter dari Utsman yaitu dermawan dan bangun (tahajjud) pada
waktu orang lain sedang tidur.
6. Dua karakter dari Ali yaitu aalim (cerdas/intelek) dan pemberani.
Masih berkenaan dengan pembicaraan di atas dalam bait syair yang
dinisbatkan kepada beliau dikatakan:
Bila lima perkara tidak terdapat dalam diri seorang syaikh maka ia
adalah Dajjal yang mengajak kepada kesesatan.
Dia harus sangat mengetahui hukum-hukum syariat dzahir, mencari ilmu
hakikah dari sumbernya, hormat dan ramah kepada tamu, lemah lembut
kepada si miskin, mengawasi para muridnya sedang ia selalu merasa
diawasi oleh Allah.
Syaikh Abdul Qadir juga menyatakan bahwa Syaikh al Junaid mengajarkan
standar al Quran dan Sunnah kepada kita untuk menilai seorang syaikh.
Apabila ia tidak hafal al Quran, tidak menulis dan menghafal Hadits, dia
tidak pantas untuk diikuti.
Menurut saya (penulis buku) yang harus dimiliki seorang syaikh ketika
mendidik seseorang adalah dia menerima si murid untuk Allah, bukan
untuk dirinya atau alasan lainnya. Selalu menasihati muridnya, mengawasi
muridnya dengan pandangan kasih. Lemah lembut kepada muridnya saat sang
murid tidak mampu menyelesaikan riyadhah. Dia juga harus mendidik si
murid bagaikan anak sendiri dan orang tua penuh dengan kasih dan
kelemahlembutan dalam mendidik anaknya. Oleh karena itu, dia selalu
memberikan yang paling mudah kepada si murid dan tidak membebaninya
dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukannya. Dan setelah sang murid
bersumpah untuk bertobat dan selalu taat kepada Allah baru sang syaikh
memberikan yang lebih berat kepadanya. Sesungguhnya bai’at bersumber
dari hadits Rasulullah SAW ketika beliau mengambil bai’at para
sahabatnya.
Kemudian dia harus mentalqin si murid dengan zikir lengkap dengan
silsilahnya. Sesungguhnya Ali ra. bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai
Rasulullah, jalan manakah yang terdekat untuk sampai kepada Allah,
paling mudah bagi hambanya dan paling afdhal di sisi-Nya. Rasulullah
berkata, “Ali, hendaknya jangan putus berzikir (mengingat) kepada Allah
dalam khalwat (kontemplasinya)”. Kemudian, Ali ra. kembali berkata,
“Hanya demikiankah fadhilah zikir, sedangkan semua orang berzikir”.
Rasulullah berkata, “Tidak hanya itu wahai Ali, kiamat tidak akan
terjadi di muka bumi ini selama masih ada orang yang mengucapkan
‘Allah’, ‘Allah’. “Bagaimana aku berzikir?” tanya Ali. Rasulullah
bersabda, “Dengarkan apa yang aku ucapkan. Aku akan mengucapkannya
sebanyak tiga kali dan aku akan mendengarkan engkau mengulanginya
sebanyak tiga kali pula”. Lalu, Rasulullah berkata, “Laa ilaaha
illallah” sebanyak tiga kali dengan mata terpejam dan suara keras.
Ucapan tersebut di ulang oleh Ali dengan cara yang sama seperti yang
Rasulullah lakukan. Inilah asal talqin kalimat Laa ilaaha Illallah.
Semoga Allah memberikan taufiknya kepada kita dengan kalimat tersebut.
Syaikh Abdul Qadir berkata, ”Kalimat tauhid akan sulit hadir pada
seorang individu yang belum di talqin dengan zikir bersilsilah kepada
Rasullullah oleh mursyidnya saat menghadapi sakaratul maut”.
Karena itulah Syaikh Abdul Qadir selalu mengulang-ulang syair yang
berbunyi: Wahai yang enak diulang dan diucapkan (kalimat tauhid) jangan
engkau lupakan aku saat perpisahan (maut).
Lain-Lain
Kesimpulannya beliau adalah seorang ‘ulama besar. Apabila sekarang
ini banyak kaum muslimin menyanjung-nyanjungnya dan mencintainya, maka
itu adalah suatu kewajaran. Bahkan suatu keharusan. Akan tetapi kalau
meninggi-ninggikan derajat beliau di atas Rasulullah shollallahu’alaihi
wasalam, maka hal ini merupakan kekeliruan yang fatal. Karena Rasulullah
shollallahu ‘alaihi wasalam adalah rasul yang paling mulia diantara
para nabi dan rasul. Derajatnya tidak akan terkalahkan disisi Allah oleh
manusia manapun. Adapun sebagian kaum muslimin yang menjadikan Syeikh
Abdul Qadir Al Jailani sebagai wasilah ( perantara ) dalam do’a mereka,
berkeyakinan bahwa do’a seseorang tidak akan dikabulkan oleh Allah,
kecuali dengan perantaranya. Ini juga merupakan kesesatan. Menjadikan
orang yang meninggal sebagai perantara, maka tidak ada syari’atnya dan
ini diharamkan. Apalagi kalau ada orang yang berdo’a kepada beliau. Ini
adalah sebuah kesyirikan besar. Sebab do’a merupakan salah satu bentuk
ibadah yang tidak diberikan kepada selain Allah. Allah melarang
mahluknya berdo’a kepada selain Allah. “Dan sesungguhnya mesjid-mesjid
itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun
di dalamnya disamping (menyembah ) Allah. ( QS. Al-Jin : 18 )”
Jadi sudah menjadi keharusan bagi setiap muslim untuk memperlakukan
para ‘ulama dengan sebaik mungkin, namun tetap dalam batas-batas yang
telah ditetapkan syari’ah. Akhirnya mudah-mudahan Allah senantiasa
memberikan petunjuk kepada kita sehingga tidak tersesat dalam kehidupan
yang penuh dengan fitnah ini.
Pada tahun 521 H/1127 M, dia mengajar dan berfatwa dalam semua
madzhab pada masyarakat sampai dikenal masyarakat luas. Selama 25 tahun
Abdul Qadir Jaelani menghabiskan waktunya sebagai pengembara sufi di
Padang Pasir Iraq dan akhirnya dikenal oleh dunia sebagai tokoh sufi
besar dunia Islam. Selain itu dia memimpin madrasah dan ribath di
Baghdad yang didirikan sejak 521 H sampai wafatnya di tahun 561 H.
Madrasah itu tetap bertahan dengan dipimpin anaknya Abdul Wahab (552-593
H/1151-1196 M), diteruskan anaknya Abdul Salam (611 H/1214 M). Juga
dipimpin anak kedua Abdul Qadir Jaelani, Abdul Razaq (528-603
H/1134-1206 M), sampai hancurnya Baghdad pada tahun 656 H/1258 M.
Langganan:
Postingan (Atom)













